Speed Reading
|

“Tidak jadi soal,
mata kuliah apa yang sedang anda kerjakan, anda tetap harus banyak membaca.
Bagi kebanyakan mahasiswa, jumlah bacaan yang dipersyaratkan dalam studi
menjadi semacam syok dan menakutkan. Namun ha terpenting adalah selektif
terhadap bacaan, mengenali referensi yang relevan, kemudian membacanya secara
efektif. (pertemuan ini akan membantu anda dalam beberapa cara). Penting juga,
yaitu keterlibatan pendekatan anda dalam membaca korespondensi pada tugas-
tugas yang spesifik. Untuk beberapa mata
kuliah, anda diharapkan membaca sejumlah teks yang telah ditentukan secara
intensif. Dalam hal lain, bacaan anda harus menjadi lebih ekstensif, dan anda
harus membaca materi dalam jumlah yang
lebih besar. Membaca efektif berarti mampu membaca cepat ketika
dibutuhkan, juga tahu kapan harus membaca secara pelan.
“Membaca dengan pelan dan dengan cepat.”
“Lebih mudahnya, tugas membaca dibagi menjadi dua macam-
membaca dengan pelan dan dengan cepat.
“Membaca dengan
pelan dibutuhkan ketika”
-
Anda harus mengingat
dan menguasai hal- hal detail.
-
Anda harus mengikuti
instruksi yang spesifik, misal ketika membaca pedoman laboratorium.
-
Materi bacaan sangat
rumit dan dibutuhkan waktu ekstra untuk jeda sekaligus mencerna.
“Membaca dengan
cepat sangat cocok bagi kebanyakan tujuan- tujuan lain, khususnya ketika:
-
Anda mencari mencari
informasi spesifik saja.
-
Anda ingin memisahkan
materi yang relevan.
-
Mencari kerangka dari sebuah bab, artikel, atau buku.
-
Dibutuhkan ringkasan isi dan argumen penulis.
-
Topik yang sedang dicari mencakup seluruh jilid buku.
“Teknik mandiri untuk mempelajari membaca dengan cepat
Cara yang terbaik
untuk meningkatkan kecepatan membaca anda adalah dengan mendorong diri anda
untuk membaca dengan cepat. Memutuskan untuk membaca lebih cepat merupakan cara
semakin cepat. Berlatihlah dengan materi yang mudah seperti koran, majalah dan
novel. Ketika anda berlatih, perbaikilah tiga kemungkinan penyebab membaca
dengan pelan:
1.
Membaca kata per kata.
Jika anda membaca hanya sekita 200 kata permenit, anda mungkin sedang
membaca dan melafalkan setiap kata atau suku kata. Untuk meningkatkan kecepatan
anda, anda harus berlatih membaca frase dengan sekilas, fokuskan mata anda agak
ke atas, daripada secara langsung pada tulisan. Hal ini bermaksud untuk frase
yang sangat bermakna menggantung bersama- sama, sehingga anda akan melihatnya
dengan sekejap pandangan saja, daripada harus membacanya kata- berkata.
2. Gerakan mata yang salah.
Anda harus
mengurangi gerakan mata yang salah untuk mendapatkan kecepatan membaca yang
tinggi. Ini mencakup: terlalu sering menghentikan pandangan (eye stop/ fiksasi)
di setiap baris; menghabiskan terlalu banyak waktu pada setiap fiksasi; melakukan terlalu banyak gerakan mata untuk membaca
ulang (zigzag)
|
Too
many of
us
are accustomed to
moving
our
eyes slowly as
we
read a line of
type
|
3. Kurang konsentrasi. Kurang konsentrasi
tidak hanya membuat anda semakin lama dalam mengerjakan tugas, tetapi juga
menghambat anda dalam memahami ide yang disampaikan oleh tiap kata. Cobalah
mengantisipasi apa yang kemudian dating. Seringkali, umumnya arus dari sebuah
argument membiarkan anda tahu kata apa yang muncul dalam sebuah kalimat, dan
anda hanya membutuhkan pandangan sekilas pada suku kata yang pertama dan
kedua untuk mengenali karakter kata
kunci- kata kuncinya. Untuk mengantisipasi barisan yang menjelaskan pemikiran penulis, untuk itu percepatlah
dalam anda membaca.
“Kecepatan membaca anda bergantung pada lama waktu anda
mengenali sejumlah kata yang anda serap dalam sekilas. Dengan berlatih melalui
cara yang digambarkan di atas, anda akan dapat meningkatkan apa yang dapat and
abaca dalam sekejap pandangan, dengan demikian bacaan anda akan menjadi semakin
cepat.
“Membaca dengan Metode
“Dalam mencari dan membaca informasi, terdapat sebuah
metode telah diakui secara luas sebagai paling efektif dan efisien, yaitu
pendekatan SQ3R. Sebelum menjabarkan metode ini, terdapat dua keteramplan
membaca yang sangat penting dalam menguasai pendekatan ini, serta dapat
menjadikan membaca anda menjadi efektif ekiranya metode tersebut tidak anda
pakai. Kedua
keterampilan itu adalaj; pre- reading
dan key- reading.
“‘Pre-reading’
“keterampilan
ini adalah‘membaca’ sebelum anda mulai membaca, tujuannya adalah untuk
mendapatkan kerangka dari apa yang akan and abaca. Dalam metode SQ3R,
‘pre-reading’ disebut dg istilah ‘survey’. Misal, sebuah informasi penting
dapat dikumpulkan dengan cara melakukan survey sampul bukunya, pendahuluan,
indeks dan daftar isi. ‘Pre-Reading’ adalah sebuah teknik yang dapat membantu
anda dalam memahami pokok- pokok intisasi
dari sebuah tulisan, artikel atau buku, setelah melakukan penilaian
secara cepat. Cara ini dapat menentukan apa yang relevan serta yang
tidak.
“Key reading’
“Key reading mencakup konsentrasi pada kata kunci tanpa
mengikti harus memahami keseluruhan maknannya, metode ini juga menggambarkan
esensi yang anda baca. Karena itu waspadalah terhadap tanda baca yang diberikan
oleh penulis. Cobalah
mendapatkan gagasan pokoknya.
“ Teknik SQ3R”
1.
SURVEY
Mensurvey buku
(i)
Membaca pendahuluan,
setiap selesai meulis buku, penulis biasanya akan menulis pendahuluan untuk
menjelaskan sekilas tentang apa yang ia tulis, tujuan dan gagasan apa yang
diungkapkan.
(ii) Periksa
daftar isinya. Di dalamnya terdapat ringkasan topik utama buku.
(iii)Bacalah
ringkasan per bab, atau baca dengan sekilas setiap bab-nya. Lakukan hal ini sekilas mencakup paragraph pendahuluan, pembukaan serta
ringkasan.
Mensurvey bab
(i)
Catatlah paragraph
pembukanya, kemudian tentukan bagaimana organisasi topiknya, kemudian tentukan
pokok bahasan masing- masing bab
(ii) Buatlah
catatan urutan yang diambil dari bab pembuka, kemudian dari sub-pembuka(
heading), kemudian tentukan bagaimana tiap- tiap topik saling berkaitan.
Dapatkan gambaran dari seluruh argument serta pendekatanya.
Mensurvey Artikel Jurnal
(i)
Artikel jurnal
diawali dengan abstrak, bercetak miring, bagian ini mencakup ringkasan artikel
dan sebaiknya dibaca terlebih dahulu.
(ii) Baca
dengan cepat pargraf pembukaannya, paragraph terakhir dan frase- frase kunci
pada paragraf tengah
(iii)Jika artikel memiliki ringkasan, maka bacalah.
(iv)
Jika artikel berupa investigasi eksperimen, maka bacalah bagian kerangka
hipotesis dan tujuan penelitian, karena akan menjelaskan hal- hal penting dalam
artikel.
2.
Pertanyaan
Setelah mensurvey materi bacaan anda,
maka buatlah daftar pertanyaan, misal; jika ada paragraph pembuka dalam materi
bacaan, maka ubahlah masing- masing pembuka menjadi pertanyaan. Ini akan
membantu anda belajar, sebab akan memaksa anda berfikir tentang apa yang sedang
and abaca. Membaca untuk menjawab pertanyaan- pertanyaan spesifik juga akan
menunjukkan tujuan membaca anda. Singkat kata, ini akan menjadikan membaca
sebagai proses yang aktif, yang akan
menstimulasi fikiran anda serta membuat anda berfikir tentang ide anda.
3.
Membaca
Kebanyakan mahasiswa memulai dari poin
ini, tanpa persiapan atau evaluasi terlebih dahulu terhadap materi. Membaca
anda seharusnya dilakukan dengan gangguan seminimal mungkin, namun tentu
tergantung pada ‘pre-reading’ dan pertanyaan. Maka ketika anda membaca maka
cobalah menjawab beberapa pertanyaan yang telah anda buat. Ketika anda
menemukan jawaban, maka seketika anda dapat mengingatnya sekarang. Bacalah
dengan tekanan dari satu bab ke bab yang lain, atau dari satu topik ke topik
lainnya, kemudian berhentilah.
4.
Mendikte
Ketika anda selesai membaca satu bab,
anda sebaiknya mendiktekan, kemudian cobalah menjawabnya. Atau akan lebih baik
jika anda menyadur apa yang anda baca dalam catatan yang jelas. Jika anda tidak
mampu merangkum gagasan utama dalam bahasa anda, maka amati kembali seluruh bab
hingga bisa. Tujuannya adalah memastikan anda mampu menyerap apa yang and
abaca. Jika anda tidak mendikte, anda kemungkinan untuk lupa. Jika ini anda
anggap penting, maka anda harus melakukan ’dikte’.
5.
Review
Ketika selesai membaca, bacalah
sekilas kembali bacaan anda atau bacalah catatan anda. Buatlah rangkuman yang
mengandung poin- poin paling penting. Fikirkanlah secara pelan- pelan kemudian
periksa apakah pertanyaan- pertanyaan yang telah ada buat telah terjawab. Kemudian periksa memori anda dengan mendikte dan ujilah diri sendiri.
[Sumber:
Mcleod, n.d., hal. 20-23]
Tipe:
Individual
“Instruksi:
1. Baca kalimat di dalam kotak di bawah ini.
2.
Apakah kalimat di mudah dibaca atau tidak? Mengapa?
“Ada dua alasan mempelajara cara membaca lebih cepat:
§
Anda dapat membaca
lebih banyak dalam waktu sigkat.
§ Anda dapat meningkatkan kemampuan pemahaman anda.
“Ketika anda membaca dengan pelan, maka anda sedang
membaca satu kata dalam satu waktu. Kata- kata nampak terpisah- pisah seperti
dibawah berikut:
|
[Sumber: Mcleod, n.d., hal. 23]
Tipe:
Individu
Instruksi:
1.
Anda harus membaca
teks yang ada pada anda, namun sebelum mulai, tulislah waktu and memulai pada
tempat yang tersedia. Preview lebih dahulu bacaan anda hingga selesai. Kemudian
cobalah membaca dengan agak lebih cepat daripada biasanya.
Tipe:
Individu
Instruksi: Sebelum membaca teks, jawablah
pertanyaan berikut.
Sebelum membaca
1. Di
manakah orang- orang di kotamu menaruh mobil, koran bekas dan pakaian bekas
mereka?
2.
Apa yang anda lakukan dengan makanan yang telah basi?
Konteks tanda
Kata- kata yang bercetak tebal berikut adalah dari teks
di bawah. Gunakan
konteks tanda untuk menebak artinya.
1.
Archaeologists
study
buried houses, broken objects, and other old things to learn about ancient
societies.
2.
Students had to
travel to landfills, where cities
bury the things they do not want.
3.
Many of the things we
throw away, such as newspapers, glass, bottles, and some metals, are recyclables. We should not throw them
away.
4.
We are in deep trouble. If we do not do something
soon, it may be too late.
5.
Hazardous materials
contain poisonous chemicals.
Instruksi 2:
Preview the passage
and then read it all the way through to the end. Try to push yourself to read a
little faster than usual.
The Garbage Project
Most archaeologists study buried houses, broken objects, and old garbage
to learn important things about ancient societies. At the University of Arizona
in the United States, however, archaeology students are investigating today’s
garbage. They hope to learn important things about modern society by studying
its garbage. The Garbage Project started at the University of Arizona in 1973.
Since then, students have studied garbage in cities in the United States,
Canada, and Mexico.
To study the modern world’s garbage, students had to travel to
landfills, the places where cities bury their garbage. While the students were
studying the garbage, they wore special clothes and used safety equipment.
Students were also very careful when they opened bags of garbage.
What have students in the Garbage Project learned from studying modern
garbage? One important thing they learned is that the garbage in landfills
disappears very slowly. That was surprising to the students, as well as to many
scientists who had predicted that roughly 70 percent of the garbage in
landfills would disappear naturally and quickly. Even in cities where it rains
a lot, the students found newspapers from 1948, forty-year-old hot dogs, and
lettuce from 1970.
The Garbage Project also revealed that what people say they do is often
very different from what they actually do. The archaeology students asked
people what they bought, ate, and drank, and then they compared this to what
people threw away. For some reason, the two did not match. For example, the
students found many more empty bottles of alcohol than people said they drank.
Information from the Garbage Project has also helped us to see how much
garbage we actually put in landfills. The students are hopeful that this will
encourage us to find better ways to dispose of our garbage. Of course, the best
way to dispose of garbage depends on what kind of garbage it is: regular
garbage, hazardous materials, or recyclables, such as newspapers, glass
bottles, and some metals. Regular garbage goes to regular landfills. Hazardous
materials, on the other hand, contain poisonous chemicals or metals. They
should not go into regular landfills.
Ordinary houses are full of hazardous waste. The most problematic
hazardous waste in homes is batteries. When batteries end up in a landfill,
they often break open. The poison inside them moves through rain water and
other liquids to the bottom of the landfill. Then it can pollute the natural
water in the ground. People could avoid this problem by using rechargeable
batteries.
Another hazardous waste from homes is motor oil. When people pour old
motor oil on the ground or throw it in the garbage, it poisons the environment.
They should recycle old motor oil instead.
Unfortunately, recycling is expensive. It takes time, equipment, and
special treatment. Toronto began the first recycling program in North America
in 1982. The city started by recycling newspapers, and later it added glass and
cans to its recycling program. When students from the Garbage Project studied
the Toronto landfills, they found that recycling was having a positive effect.
Since 1982, Toronto has reduced the amount of garbage going into its landfills
by 25%.
A health official once said, “We’re in deep trouble here. We have too
much garbage, our landfills are closing, and we can’t open new ones because
people don’t want them. If we don’t do something about our garbage, we’re going
to be buried in it.” The health official made that statement in 1889! Clearly,
our garbage problem is not new, but as the world’s population continues to
grow, it will become a bigger and bigger problem.
(This article is based on an interview with Dr. William Rathje, the
director of the Garbage Project at the University of Arizona.)
1.
Without looking back
at the passage, summarise the above text in your notebooks.
2.
Without looking back
at the passage, please answer the following questions.
Multiple
Choice
A. The
Garbage Project is ____
a. a
university program b.
a type of landfill c. both a and b
B.
Poisonous chemicals
pollute _____
a. water b. wastes c. batteries
C.
The Garbage Project
is more than ____ years old.
a. twenty b. thirty c. fifty
D.
The first recycling
program in North America was in ____.
a. the
United States b.
Mexico c. Canada
E. Garbage
in landfills disappears _____.
a. slowly b. completely c. quickly
F.
The most serious
hazardous waste in homes in _____.
a.
newspapers b. batteries c. motor oil
G. The
Garbage Project showed that people ______.
a.
do not know where their garbage goes
b.
sometimes say one
thing and do something else
c.
cannot change their behaviour
toward garbage
H. Hazardous
waste comes from ______.
a.
ordinary houses b. factories c. both a and b
Comprehension Questions
1.
Name two kinds of
hazardous waste in homes.
2.
Why is hazardous
waste dangerous?
3.
Why did students use
safety equipment when they went to landfills?
4.
What is the best way
to dispose of garbage?
5.
What is the
connection between the Garbage Project and archaeology?
6.
Why did the Garbage
Project go to Toronto?
7.
What are three things
that we can recycle?
8.
Do you think the
problem of disposing of garbage is serious? Give a reason for your answer.
[Source:
Ackert & Lee, 2004, hal. 99-104]
Ackert, P.
& Lee, L. (2004). Cause & effect.
(3rd ed.). Boston: Thomas Heinle.
Mcleod, C.
(n.d.) Study success without stress.
Swinburne Student and Educational Services.
Mikulecky,
B & Jeffries, L. (1996). More reading power. New York: Wesley Addison Longman.